Fitur alam · Tektonik & vulkanisme

Tambora

Ringkasan bersumber

Tambora adalah gunung api di Pulau Sumbawa yang membentuk bentang besar di Semenanjung Sanggar. Erupsi April 1815 menghasilkan endapan vulkanik luas dan kaldera pada puncaknya, serta memengaruhi iklim global. Profil geologi Tambora membedakan tubuh gunung api, kaldera, dan peristiwa erupsi. Riwayat tersebut dipelajari melalui endapan, catatan sejarah, serta dokumentasi bentang; ia tidak mewakili status peringatan terkini.

Profil terbitData diperbarui 2026-10-123 sumber ↗

Nama lain: Gunung Tambora

Foto orbit memperlihatkan kaldera Tambora, dinding berlapis, dasar kawah, serta lereng gunung di Pulau Sumbawa.
Kaldera Tambora, Pulau Sumbawa, difoto kru Ekspedisi 20 dari ISS pada 3 Juni 2009. Foto orbit, bukan ilustrasi. NASA / ISS Expedition 20 · Domain publik · Domain publik (karya Pemerintah Federal AS). Ukuran berkas dioptimalkan oleh Bumi.
Lokasi referensi Tambora. Penanda menunjukkan titik referensi sumber, bukan pusat geometris atau batas badan air. Peta konteks equirektangular, bukan untuk navigasi. [3]. Daratan: Natural Earth · domain publik. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

01 · Profil

Identitas gunung api

Smithsonian GVP mencatat Tambora dengan nomor gunung api 264040. Morfologinya mencakup stratovolkano, kaldera, dan kerucut piroklastik. Pengaturan tektoniknya diklasifikasikan sebagai zona subduksi; nomor itu mengidentifikasi gunung api dalam katalog tersebut. Titik peta adalah penanda gunung api dari GVP, bukan batas kaldera.

02 · Profil

Erupsi dan perubahan bentang

Erupsi April 1815 mengeluarkan material piroklastik dan membentuk kaldera berlebar sekitar 6 km. Endapan aliran piroklastik dan tefra merekam perubahan gunung. Ukuran maupun volume yang dikutip sumber merupakan estimasi dengan definisi masing-masing.

03 · Profil

Bukti yang terlihat

Foto astronaut NASA dari Juni 2009 memperlihatkan lapisan tefra pada tepi kaldera. Artikel tersebut juga menjelaskan endapan di lantai dan aktivitas vulkanik pasca1815. Foto bertanggal memberi konteks pengamatan; kondisi masa kini memerlukan sumber pemantauan.

Sumber & konteks

Ringkasan editorial disusun dari rujukan berikut. Penunjuk sumber membantu menemukan konteks aslinya. Pemeriksaan ini belum melibatkan telaah ahli eksternal.