Proses & konsep · Tektonik & vulkanisme

Subduksi

Ringkasan bersumber

Subduksi adalah proses ketika satu lempeng tektonik turun ke dalam mantel di bawah lempeng lain pada batas konvergen. Sistem ini menghubungkan palung samudra, deformasi, gempa, dan pembentukan busur gunung api. Material serta air terbawa ke kedalaman dan mengalami perubahan kondisi. Pelepasan fluida dapat membantu peleburan batuan di atas lempeng yang turun; subduksi tidak berarti seluruh lempeng langsung mencair.

Profil terbitData diperbarui 2026-10-123 sumber ↗

Nama lain: Subduction

Penampang subduksi menunjukkan satu lempeng menurun, pelepasan fluida, peleburan sebagian di atas lempeng, dan jalur magma menuju busur vulkanik.
Subduksi & pembentukan magma. Ilustrasi orisinal hubungan subduksi dan vulkanisme. Seluruh lempeng tidak digambarkan langsung mencair; geometri tidak berskala. [1], [2]. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

01 · Profil

Geometri lempeng yang menurun

Pertemuan lempeng membentuk antarmuka yang miring ke kedalaman. Gempa dapat terjadi pada antarmuka, di dalam lempeng yang turun, atau dalam kerak lempeng atas. Karena lokasinya berbeda, seluruh gempa tersebut tidak diperlakukan sebagai satu jenis.

02 · Profil

Air dan pembentukan magma

Saat lempeng menurun dan memanas, fluida yang dilepaskan membantu sebagian batuan panas di atasnya meleleh. NPS membedakan mekanisme ini dari peleburan karena penurunan tekanan pada mantel yang naik. Magma kemudian dapat membentuk busur vulkanik.

03 · Profil

Deformasi dan kejadian

Bagian antarmuka dapat terkunci sehingga tegangan menumpuk sebelum terlepas dalam gempa. Gerakan vertikal dasar laut dapat memicu tsunami. Keterkaitan proses tidak memastikan setiap gempa menimbulkan tsunami atau menentukan waktu kejadian berikutnya.

Sumber & konteks

Ringkasan editorial disusun dari rujukan berikut. Penunjuk sumber membantu menemukan konteks aslinya. Pemeriksaan ini belum melibatkan telaah ahli eksternal.