Jenis batuan · Batuan & mineral

Marmer

Ringkasan bersumber

Marmer adalah batuan metamorf yang lazim terbentuk ketika batuan karbonat, seperti batu gamping, mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Rekristalisasi menghasilkan butir yang saling mengunci dan dapat mengubah lapisan maupun jejak fosil batuan asal. Marmer murni dapat berwarna putih, tetapi komponen pengotor menghasilkan variasi warna. Identifikasi geologi memerlukan tekstur dan komposisi; nama perdagangan saja belum menjelaskan jenis batuannya.

Profil terbitData diperbarui 2026-10-123 sumber ↗

Nama lain: Marble

Batuan karbonat berlapis di kiri berubah melalui panas dan tekanan menjadi kumpulan butir rekristalisasi yang saling mengunci di kanan.
Marmer. Contoh konseptual perubahan batu gamping menjadi marmer. Butir hasil rekristalisasi saling mengunci dan umumnya nonfoliasi; lapisan asal dapat menghilang. Diagram tidak berskala. [1], [2], [3]. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

01 · Profil

Perubahan dari batuan induk

Pada batu gamping yang mengalami metamorfisme, kristal kalsit tumbuh kembali sebagai butir yang saling mengunci. Lapisan dan fosil asal dapat menghilang. Keberadaan lempung atau pasir pada batuan induk ikut memengaruhi tampilan marmer.

02 · Profil

Tekstur metamorf

NPS menempatkan marmer di antara batuan metamorf nonfoliasi: butirnya tidak membentuk susunan lembaran sejajar seperti pada sekis. Panas dan tekanan mengubah batuan, dengan kondisi yang berbeda antara metamorfisme kontak dan regional.

03 · Profil

Konteks nama dan komposisi

Definisi lapangan BGS untuk Marble mencakup batuan metamorf kaya mineral karbonat dan/atau kalsilikat. Karena ruang definisinya lebih luas, keterangan batuan induk atau dominasi kalsit tidak dipaksakan ketika analisis sampel belum tersedia.

Sumber & konteks

Ringkasan editorial disusun dari rujukan berikut. Penunjuk sumber membantu menemukan konteks aslinya. Pemeriksaan ini belum melibatkan telaah ahli eksternal.