Jenis bentang alam · Bentang alam

Kaldera

Ringkasan bersumber

Kaldera adalah cekungan vulkanik yang terbentuk ketika bagian permukaan runtuh setelah reservoir magma kehilangan sebagian isinya. Bentuk ini dapat berkembang dalam sistem magma dengan komposisi berbeda, melalui erupsi eksplosif maupun keluarnya lava yang lebih tenang. Kaldera biasanya jauh lebih lebar daripada lubang erupsi di dalamnya. Sebuah kaldera dapat memuat danau, kerucut baru, atau endapan yang merekam perubahan bentang selanjutnya.

Profil terbitData diperbarui 2026-10-124 sumber ↗

Nama lain: Caldera

Dua penampang menunjukkan reservoir magma berkurang lalu batuan penutup turun membentuk cekungan kaldera.
Pembentukan kaldera. Ilustrasi orisinal mekanisme runtuhan kaldera. Bentuk dan proporsi bukan ukuran gunung api tertentu. [1]. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

01 · Profil

Mekanisme pembentukan

Ketika sejumlah besar magma keluar, batuan penutup dapat kehilangan penyangga dan turun. Proses runtuhan ini membentuk cekungan. Kaldera dibedakan dari kerucut yang tumbuh karena penumpukan lava dan tefra, serta dari lubang erupsi di dalamnya.

02 · Profil

Ragam sistem vulkanik

Kaldera dapat terbentuk pada sistem silisik maupun mafik. NPS membedakan kaldera eksplosif dari kaldera nonexplosif di puncak gunung api perisai. Komposisi magma dan cara pengosongan reservoir memengaruhi produk erupsi serta bentuk yang dihasilkan.

03 · Profil

Bentang yang terus berubah

Cekungan kaldera dapat terisi air, menerima endapan, atau ditumbuhi struktur vulkanik baru. Danau Toba memberi contoh hubungan danau dengan kaldera; Tambora memperlihatkan kaldera puncak. Bromo merupakan kerucut di dalam kaldera, bukan jenis kaldera.

Sumber & konteks

Ringkasan editorial disusun dari rujukan berikut. Penunjuk sumber membantu menemukan konteks aslinya. Pemeriksaan ini belum melibatkan telaah ahli eksternal.