Data profil dan rujukan
| Nama resmi IMA | Forsterite |
|---|---|
| Simbol unsur dalam formula | Mg, O, Si |
| Rujukan pertama pada Master List | Annals of Philosophy 7 (1824), 61 |
| Rujukan kedua terpilih | Minerals 9 (2019), 790 |
| Mode pembentukan dalam dataset | PM1 · Kondensat atmosfer bintang (Stellar atmosphere condensates); PM3 · Kondensat nebula surya (Solar nebular condensates); PM4 · Fase primer kondrul (Primary chondrule phases); PM5 · Fase primer asteroid (Primary asteroid phases); PM6 · Fase sekunder asteroid (Secondary asteroid phases); PM7 · Batuan beku ultramafik (Ultramafic igneous rocks); PM8 · Batuan beku mafik (Mafic igneous rocks); PM9 · Mineral lava dan xenolit (Lava/xenolith minerals); PM20 · Batuan vulkanik asam (Acidic volcanic rocks); PM26 · Mineral detrital dalam kerangka Hadean (Hadean detrital minerals); PM31 · Metamorfisme kontak (Contact metamorphism); PM36 · Karbonatit dan kimberlit (Carbonatites & kimberlites); PM38 · Ofiolit (Ophiolites); PM40 · Metamorfisme regional (Regional metamorphism); PM57 · Proses manusia lainnya (Other minerals formed by human processes) |
01 · Profil
Komposisi dalam formula
Formula Forsterite pada sumber adalah Mg₂(SiO₄). Simbol unsur yang tercantum: Mg, O, Si. Angka atau penanda subskrip dalam formula mencakup 2, 4. Formula ini merupakan rumusan spesies pada Master List, bukan hasil pengukuran komposisi setiap spesimen. Notasi lengkap yang mempertahankan posisi subskrip dan superskrip tersedia pada data rilis.
02 · Profil
Kristal dan simetri bersumber
Untuk Forsterite, Supplementary Table S1 studi Bermanec dan rekan-rekan (2024) memuat label kategori kristal Ortorombik (orthorhombic). Notasi grup ruang yang tercantum: Pbnm; Pnma. Sistem ortorombik merupakan salah satu dari tujuh sistem kristal; kelompok ruang memberi keterangan simetri lebih khusus daripada nama sistem kristal. Kompilasi mencantumkan lebih dari satu notasi grup ruang; semuanya dipertahankan tanpa memilih salah satunya sebagai satu nilai universal. Informasi ini mengikuti versi kompilasi 2024, sedangkan nama dan formula profil mengikuti Master List IMA September 2026. Perbedaan versi tersebut tetap terlihat pada rujukan sumber.
03 · Profil
Status dan riwayat nomenklatur
Forsterite tercatat dengan status G: Grandfathered: diterima dari masa sebelum IMA. Kode G menunjukkan nama yang diwarisi dari masa sebelum IMA didirikan pada 1958. Pencatatan ini tetap membedakan spesies mineral dari varietas, nama dagang, dan spesimen koleksi. Kolom IMA No. / Year memuat 1824. Kolom Country mencatat Italy sebagai negara penemuan awal menurut batas negara masa kini. Kolom ini tidak mewakili seluruh lokasi keterdapatan mineral, dan tidak diubah menjadi titik lokasi pada peta Bumi.
04 · Profil
Rujukan pencatatan spesies
Master List mencantumkan rujukan pertama untuk Forsterite: Annals of Philosophy 7 (1824), 61. Rujukan kedua terpilih adalah Minerals 9 (2019), 790. Menurut pengantar Master List, kolom kedua berisi rujukan yang paling mutakhir atau paling lengkap menurut penyusun daftar. Rujukan bibliografis ini disalin sebagai jejak pencatatan. Isi seluruh artikel tersebut belum ditelaah untuk profil ini, sehingga sifat fisik, struktur kristal, serta mekanisme pembentukan tidak disimpulkan hanya dari judul jurnal atau nomor halaman.
05 · Profil
Bagaimana mineral ini terbentuk
Dataset 2024-04-08 · Minerals 14(4), 387 · DOI 10.3390/min14040387 menghubungkan Forsterite dengan PM1 (Kondensat atmosfer bintang); PM3 (Kondensat nebula surya); PM4 (Fase primer kondrul); PM5 (Fase primer asteroid); PM6 (Fase sekunder asteroid); PM7 (Batuan beku ultramafik); PM8 (Batuan beku mafik); PM9 (Mineral lava dan xenolit); PM20 (Batuan vulkanik asam); PM26 (Mineral detrital dalam kerangka Hadean); PM31 (Metamorfisme kontak); PM36 (Karbonatit dan kimberlit); PM38 (Ofiolit); PM40 (Metamorfisme regional); PM57 (Proses manusia lainnya). Mineral dalam mode ini terbentuk melalui kondensasi bahan di atmosfer bintang. Pengelompokan ini menempatkan asal mineral dalam lingkungan kosmik, sehingga tidak boleh dibaca sebagai lingkungan batuan di permukaan Bumi. Mode ini mencakup mineral yang diasosiasikan dengan kondensasi dalam nebula pembentuk Tata Surya. Penetapan mode merupakan informasi tentang asal pembentukan, bukan usia terukur setiap spesimen. Kategori ini mencatat mineral sebagai fase primer pada kondrul, komponen kecil dalam meteorit. Istilah primer membedakan hubungan pembentukan awalnya dari perubahan mineral yang terjadi kemudian. Mode ini menghubungkan spesies mineral dengan fase primer pada lingkungan asteroid. Kategori tersebut menerangkan konteks pembentukan awal, tanpa menyatakan bahwa semua temuan spesies itu berasal dari asteroid. Spesies dalam mode ini diasosiasikan dengan fase sekunder di lingkungan asteroid. Penamaan sekunder menunjukkan pembentukan atau perubahan setelah bahan awal terbentuk, bukan satu proses primer yang sama. Mode ini menempatkan mineral dalam konteks batuan beku ultramafik. Hubungan tersebut membahas lingkungan pembentukan mineral dalam kelompok batuan itu, tanpa menetapkan komposisi keseluruhan setiap batuan yang mengandungnya. Mode ini mengaitkan spesies dengan pembentukan pada batuan beku mafik. Asosiasi dengan lingkungan mafik berbeda dari penetapan satu mineral sebagai seluruh penyusun batuan. Kategori ini menghubungkan mineral dengan lava atau xenolit, yaitu fragmen batuan yang terbawa dalam material beku. Dua konteks tersebut dipertahankan bersama sebagaimana label kompilasi dan tidak otomatis memiliki riwayat pembentukan yang identik. Kategori ini menghubungkan mineral dengan batuan vulkanik asam menurut istilah petrologi pada sumber. Asam di sini merupakan nama kelompok batuan, bukan keterangan keasaman suatu larutan. Mode ini menempatkan mineral detrital dalam kerangka Hadean pada dataset. Detrital menerangkan hubungan butiran dengan bahan yang tererosi dan terangkut, sehingga bukan nama spesies atau formula baru. Kategori ini menempatkan mineral dalam lingkungan metamorfisme kontak. Proses tersebut berkaitan dengan perubahan batuan di sekitar kontak dengan material beku yang panas, sementara kondisi rinci berbeda antar lokasi. Mode ini mengelompokkan mineral yang berhubungan dengan karbonatit atau kimberlit. Kedua nama batuan dipertahankan dalam kategori sumber dan tidak ditafsirkan sebagai formula tunggal maupun satu jenis endapan yang identik. Mode ini mengaitkan spesies dengan lingkungan ofiolit. Istilah ofiolit menunjukkan konteks himpunan batuan yang berkaitan dengan litosfer samudra; spesies mineral tetap dibedakan dari keseluruhan himpunan batuannya. Mode ini menghubungkan mineral dengan metamorfisme regional, yaitu perubahan batuan dalam wilayah yang lebih luas. Asosiasi tersebut memberi konteks geologi, tanpa menetapkan lintasan suhu dan tekanan tiap sampel. Kategori ini mencatat pembentukan mineral melalui proses manusia lain dalam pengelompokan dataset. Label yang luas ini dipertahankan tanpa mengarang mekanisme tertentu; status dan identitas spesies tetap mengikuti sumber nomenklatur IMA. Kategori ini menunjukkan konteks yang dicatat dalam dataset tersebut, bukan klaim bahwa setiap spesimen terbentuk melalui semua proses itu. Penetapan mode merupakan interpretasi ilmiah yang dapat berubah dengan bukti baru.
Sumber & konteks
Profil disusun otomatis dari tabel IMA dan dicocokkan secara tepat dengan dataset kristal/paragenesis Bermanec et al. (2024), melalui pemeriksaan identitas, status, kelengkapan, dan sampel editorial. Belum mendapat telaah ahli eksternal atau telaah seluruh rujukan primer.
Nama, formula, data nomenklatur, dan adaptasi teks profil ini: CC BY-SA 3.0 Unported. Atribusi: IMA–CNMNC, Master List September 2026; adaptasi oleh Bumi. PDF halaman 77, baris tabel 12, nama Forsterite CSV baris 1851, nama Forsterite[1] The New IMA List of Minerals — September 2026 ↗
[2] Bermanec et al. (2024), The Average Symmetry Index of Minerals Co-Varies with Their Hydrogen Content, Rarity, and Paragenetic Mode — Supplementary Table S1 ↗
[3] Crystal system and crystal family — Online Dictionary of Crystallography ↗
International Union of Crystallography · Versi, metode, dan hak →