Proses & konsep · Atmosfer & iklim

Efek rumah kaca

Ringkasan bersumber

Efek rumah kaca adalah proses atmosfer yang membuat permukaan Bumi lebih hangat melalui penyerapan dan pemancaran kembali energi oleh gas tertentu. Proses alami ini penting bagi kondisi planet, sementara tambahan gas rumah kaca mengubah keseimbangan energinya. Karbon dioksida, metana, dan uap air mempunyai peran berbeda. Memahami mekanismenya membantu membedakan penyebab pemanasan, umpan balik, serta pengukuran iklim yang membutuhkan periode acuan.

Profil terbitData diperbarui 2026-10-124 sumber ↗

Nama lain: Greenhouse effect

Panah energi Matahari masuk, energi panas permukaan naik, lalu gas rumah kaca memancarkan sebagian energi ke berbagai arah.
Aliran energi rumah kaca. Ilustrasi orisinal penyerapan dan pemancaran energi. Atmosfer bukan atap kaca; panah tidak menyatakan besaran fluks atau proyeksi suhu. [2], [1]. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

01 · Profil

Aliran energi

Permukaan yang menerima energi Matahari memancarkan energi panas ke atmosfer. Gas rumah kaca menyerap sebagian energi itu dan memancarkannya ke berbagai arah, termasuk kembali ke permukaan. Sebagian energi tetap lolos ke luar angkasa.

02 · Profil

Gas dan umpan balik

Gas rumah kaca mencakup karbon dioksida, metana, dinitrogen oksida, ozon, dan uap air. NASA menjelaskan uap air sebagai umpan balik karena merespons perubahan suhu dan dapat memperkuat pemanasan yang dipicu faktor lain.

03 · Profil

Perubahan akibat aktivitas manusia

Pembakaran bahan bakar fosil menambah karbon dioksida dan gas lainnya, memperkuat efek rumah kaca serta mengubah keseimbangan energi. Penjelasan mekanisme ini berbeda dari angka observasi tahunan atau proyeksi; angka tersebut perlu baseline, periode, dan sumber tersendiri.

Sumber & konteks

Ringkasan editorial disusun dari rujukan berikut. Penunjuk sumber membantu menemukan konteks aslinya. Pemeriksaan ini belum melibatkan telaah ahli eksternal.