Data profil dan rujukan
| Nama resmi IMA | Dolomite |
|---|---|
| Simbol unsur dalam formula | C, Ca, Mg, O |
| Rujukan pertama pada Master List | Observations sur la Physique, sur l’Histoire Naturelle et sur les Arts 40 (1792), 161 |
| Rujukan kedua terpilih | Canadian Mineralogist 43 (2005), 1255 |
| Mode pembentukan dalam dataset | PM6 · Fase sekunder asteroid (Secondary asteroid phases); PM21 · Pengendapan kimia (Chemical precipitation); PM23 · Alterasi subaerial (Subaerial alteration); PM24 · Mineral autigenik dalam sedimen daratan (Authigenic minerals in terrestrial sediments); PM25 · Evaporit dalam kelompok pra-biotik (Evaporites (prebiotic)); PM31 · Metamorfisme kontak (Contact metamorphism); PM32 · Lingkungan metamorf Ba–Mn–Pb–Zn (Ba-Mn-Pb-Zn metamorphics); PM36 · Karbonatit dan kimberlit (Carbonatites & kimberlites); PM40 · Metamorfisme regional (Regional metamorphism); PM44 · Proses mikroba dalam kondisi anoksik (Anoxic microbially-mediated minerals); PM47 · Hidrasi dan pelapukan oksidatif subaerial pada suhu relatif rendah (Low-T subaerial oxidative hydration/weathering); PM49 · Biomineralisasi seluler dalam kondisi oksik (Oxic cellular biomineralization); PM53 · Asal tafonomik lainnya (Other minerals with taphonomic origins) |
01 · Profil
Komposisi dalam formula
Formula Dolomite pada sumber adalah CaMg(CO₃)₂. Simbol unsur yang tercantum: C, Ca, Mg, O. Angka atau penanda subskrip dalam formula mencakup 3, 2. Formula ini merupakan rumusan spesies pada Master List, bukan hasil pengukuran komposisi setiap spesimen. Notasi lengkap yang mempertahankan posisi subskrip dan superskrip tersedia pada data rilis.
02 · Profil
Kristal dan simetri bersumber
Untuk Dolomite, Supplementary Table S1 studi Bermanec dan rekan-rekan (2024) memuat label kategori kristal Heksagonal (hexagonal). Notasi grup ruang yang tercantum: R-3; R-3c. Label heksagonal dipertahankan dari kompilasi; label ini tidak digunakan untuk menyimpulkan ulang sistem kristal setiap spesies. Beberapa grup ruang pada data berada dalam keluarga heksagonal yang mencakup simetri trigonal. Kompilasi mencantumkan lebih dari satu notasi grup ruang; semuanya dipertahankan tanpa memilih salah satunya sebagai satu nilai universal. Informasi ini mengikuti versi kompilasi 2024, sedangkan nama dan formula profil mengikuti Master List IMA September 2026. Perbedaan versi tersebut tetap terlihat pada rujukan sumber.
03 · Profil
Status dan riwayat nomenklatur
Dolomite tercatat dengan status G: Grandfathered: diterima dari masa sebelum IMA. Kode G menunjukkan nama yang diwarisi dari masa sebelum IMA didirikan pada 1958. Pencatatan ini tetap membedakan spesies mineral dari varietas, nama dagang, dan spesimen koleksi. Kolom IMA No. / Year memuat 1792. Kolom Country mencatat Italy sebagai negara penemuan awal menurut batas negara masa kini. Kolom ini tidak mewakili seluruh lokasi keterdapatan mineral, dan tidak diubah menjadi titik lokasi pada peta Bumi.
04 · Profil
Rujukan pencatatan spesies
Master List mencantumkan rujukan pertama untuk Dolomite: Observations sur la Physique, sur l’Histoire Naturelle et sur les Arts 40 (1792), 161. Rujukan kedua terpilih adalah Canadian Mineralogist 43 (2005), 1255. Menurut pengantar Master List, kolom kedua berisi rujukan yang paling mutakhir atau paling lengkap menurut penyusun daftar. Rujukan bibliografis ini disalin sebagai jejak pencatatan. Isi seluruh artikel tersebut belum ditelaah untuk profil ini, sehingga sifat fisik, struktur kristal, serta mekanisme pembentukan tidak disimpulkan hanya dari judul jurnal atau nomor halaman.
05 · Profil
Bagaimana mineral ini terbentuk
Dataset 2024-04-08 · Minerals 14(4), 387 · DOI 10.3390/min14040387 menghubungkan Dolomite dengan PM6 (Fase sekunder asteroid); PM21 (Pengendapan kimia); PM23 (Alterasi subaerial); PM24 (Mineral autigenik dalam sedimen daratan); PM25 (Evaporit dalam kelompok pra-biotik); PM31 (Metamorfisme kontak); PM32 (Lingkungan metamorf Ba–Mn–Pb–Zn); PM36 (Karbonatit dan kimberlit); PM40 (Metamorfisme regional); PM44 (Proses mikroba dalam kondisi anoksik); PM47 (Hidrasi dan pelapukan oksidatif subaerial pada suhu relatif rendah); PM49 (Biomineralisasi seluler dalam kondisi oksik); PM53 (Asal tafonomik lainnya). Spesies dalam mode ini diasosiasikan dengan fase sekunder di lingkungan asteroid. Penamaan sekunder menunjukkan pembentukan atau perubahan setelah bahan awal terbentuk, bukan satu proses primer yang sama. Mode ini menyatakan pembentukan mineral melalui pengendapan kimia. Bahan yang semula hadir dalam sistem fluida menjadi fase padat; penetapan mode tidak menentukan komposisi lengkap fluida asalnya. Mode ini menghubungkan spesies dengan alterasi dalam lingkungan subaerial, yaitu lingkungan daratan yang terpapar atmosfer. Istilah alterasi menjelaskan perubahan bahan sebelumnya tanpa menetapkan satu mekanisme untuk setiap lokasi. Mode ini mencatat mineral yang terbentuk secara autigenik dalam sedimen daratan. Hubungan ini membedakan pembentukan mineral di lingkungan sedimen dari keberadaan butiran detrital yang terbawa masuk. Kategori ini mengaitkan mineral dengan evaporit pada kelompok pra-biotik dalam kompilasi. Evaporit berkaitan dengan pemekatan fluida akibat penguapan; kelompok sumber ini tidak digunakan untuk menentukan umur setiap contoh endapan. Kategori ini menempatkan mineral dalam lingkungan metamorfisme kontak. Proses tersebut berkaitan dengan perubahan batuan di sekitar kontak dengan material beku yang panas, sementara kondisi rinci berbeda antar lokasi. Mode ini menggunakan kelompok metamorf yang dicirikan oleh konteks barium, mangan, timbal, dan seng. Label kelompok menjelaskan asosiasi geologi dan tidak berarti keempat unsur wajib hadir dalam formula setiap mineral. Mode ini mengelompokkan mineral yang berhubungan dengan karbonatit atau kimberlit. Kedua nama batuan dipertahankan dalam kategori sumber dan tidak ditafsirkan sebagai formula tunggal maupun satu jenis endapan yang identik. Mode ini menghubungkan mineral dengan metamorfisme regional, yaitu perubahan batuan dalam wilayah yang lebih luas. Asosiasi tersebut memberi konteks geologi, tanpa menetapkan lintasan suhu dan tekanan tiap sampel. Mode ini mencatat pembentukan mineral yang dimediasi mikroba dalam kondisi anoksik. Penetapan tersebut merupakan asosiasi proses biologis dalam dataset, bukan klaim bahwa setiap contoh spesies berasal dari lingkungan itu. Kategori ini mencatat mineral yang berhubungan dengan hidrasi atau pelapukan oksidatif dalam lingkungan subaerial bersuhu relatif rendah. Istilah tersebut menerangkan jalur alterasi dan tidak mengukur kondisi setiap spesimen. Kategori ini menghubungkan pembentukan mineral dengan proses seluler pada kondisi oksik. Hubungan tersebut membahas jalur biomineralisasi dalam kompilasi, bukan fungsi biologis universal setiap spesies yang memiliki mode ini. Kategori ini mencatat asal tafonomik lain, yaitu hubungan dengan perubahan bahan organisme setelah kematian atau pengawetan sisa-sisanya. Istilah lainnya mengikuti pengelompokan sumber dan tidak menetapkan satu proses tunggal. Kategori ini menunjukkan konteks yang dicatat dalam dataset tersebut, bukan klaim bahwa setiap spesimen terbentuk melalui semua proses itu. Penetapan mode merupakan interpretasi ilmiah yang dapat berubah dengan bukti baru.
Sumber & konteks
Profil disusun otomatis dari tabel IMA dan dicocokkan secara tepat dengan dataset kristal/paragenesis Bermanec et al. (2024), melalui pemeriksaan identitas, status, kelengkapan, dan sampel editorial. Belum mendapat telaah ahli eksternal atau telaah seluruh rujukan primer.
Nama, formula, data nomenklatur, dan adaptasi teks profil ini: CC BY-SA 3.0 Unported. Atribusi: IMA–CNMNC, Master List September 2026; adaptasi oleh Bumi. PDF halaman 58, baris tabel 19, nama Dolomite CSV baris 1371, nama Dolomite[1] The New IMA List of Minerals — September 2026 ↗
[2] Bermanec et al. (2024), The Average Symmetry Index of Minerals Co-Varies with Their Hydrogen Content, Rarity, and Paragenetic Mode — Supplementary Table S1 ↗
[3] Crystal system and crystal family — Online Dictionary of Crystallography ↗
International Union of Crystallography · Versi, metode, dan hak →