Data profil dan rujukan
| Nama resmi IMA | Corundum |
|---|---|
| Simbol unsur dalam formula | Al, O |
| Rujukan pertama pada Master List | original paper? |
| Rujukan kedua terpilih | Earth Science Frontiers 18 (2011), 341 |
| Mode pembentukan dalam dataset | PM1 · Kondensat atmosfer bintang (Stellar atmosphere condensates); PM3 · Kondensat nebula surya (Solar nebular condensates); PM5 · Fase primer asteroid (Primary asteroid phases); PM6 · Fase sekunder asteroid (Secondary asteroid phases); PM7 · Batuan beku ultramafik (Ultramafic igneous rocks); PM23 · Alterasi subaerial (Subaerial alteration); PM26 · Mineral detrital dalam kerangka Hadean (Hadean detrital minerals); PM31 · Metamorfisme kontak (Contact metamorphism); PM35 · Batuan beku ultra-alkali dan agpaitik (Ultra-alkali and agpaitic igneous rocks); PM36 · Karbonatit dan kimberlit (Carbonatites & kimberlites); PM38 · Ofiolit (Ophiolites); PM39 · Metamorfisme tekanan tinggi (High-P metamorphism); PM40 · Metamorfisme regional (Regional metamorphism); PM41 · Metasomatisme mantel (Mantle metasomatism); PM48 · Zona pelindian tanah (Soil leaching zone minerals); PM50 · Mineral batubara dan serpih minyak (Coal and/or oil shale minerals); PM51 · Pirometamorfisme (Pyrometamorphic minerals); PM54 · Kebakaran batubara dan kebakaran tambang lain (Coal and other mine fire minerals) |
01 · Profil
Komposisi dalam formula
Formula Corundum pada sumber adalah Al₂O₃. Simbol unsur yang tercantum: Al, O. Angka atau penanda subskrip dalam formula mencakup 2, 3. Formula ini merupakan rumusan spesies pada Master List, bukan hasil pengukuran komposisi setiap spesimen. Notasi lengkap yang mempertahankan posisi subskrip dan superskrip tersedia pada data rilis.
02 · Profil
Kristal dan simetri bersumber
Untuk Corundum, Supplementary Table S1 studi Bermanec dan rekan-rekan (2024) memuat label kategori kristal Heksagonal (hexagonal). Notasi grup ruang yang tercantum: R-3c. Label heksagonal dipertahankan dari kompilasi; label ini tidak digunakan untuk menyimpulkan ulang sistem kristal setiap spesies. Beberapa grup ruang pada data berada dalam keluarga heksagonal yang mencakup simetri trigonal. Informasi ini mengikuti versi kompilasi 2024, sedangkan nama dan formula profil mengikuti Master List IMA September 2026. Perbedaan versi tersebut tetap terlihat pada rujukan sumber.
03 · Profil
Status dan riwayat nomenklatur
Corundum tercatat dengan status G: Grandfathered: diterima dari masa sebelum IMA. Kode G menunjukkan nama yang diwarisi dari masa sebelum IMA didirikan pada 1958. Pencatatan ini tetap membedakan spesies mineral dari varietas, nama dagang, dan spesimen koleksi. Kolom IMA No. / Year memuat 1714 ?. Kolom Country mencatat India ? sebagai negara penemuan awal menurut batas negara masa kini. Kolom ini tidak mewakili seluruh lokasi keterdapatan mineral, dan tidak diubah menjadi titik lokasi pada peta Bumi.
04 · Profil
Rujukan pencatatan spesies
Master List mencantumkan rujukan pertama untuk Corundum: original paper?. Rujukan kedua terpilih adalah Earth Science Frontiers 18 (2011), 341. Menurut pengantar Master List, kolom kedua berisi rujukan yang paling mutakhir atau paling lengkap menurut penyusun daftar. Rujukan bibliografis ini disalin sebagai jejak pencatatan. Isi seluruh artikel tersebut belum ditelaah untuk profil ini, sehingga sifat fisik, struktur kristal, serta mekanisme pembentukan tidak disimpulkan hanya dari judul jurnal atau nomor halaman.
05 · Profil
Bagaimana mineral ini terbentuk
Dataset 2024-04-08 · Minerals 14(4), 387 · DOI 10.3390/min14040387 menghubungkan Corundum dengan PM1 (Kondensat atmosfer bintang); PM3 (Kondensat nebula surya); PM5 (Fase primer asteroid); PM6 (Fase sekunder asteroid); PM7 (Batuan beku ultramafik); PM23 (Alterasi subaerial); PM26 (Mineral detrital dalam kerangka Hadean); PM31 (Metamorfisme kontak); PM35 (Batuan beku ultra-alkali dan agpaitik); PM36 (Karbonatit dan kimberlit); PM38 (Ofiolit); PM39 (Metamorfisme tekanan tinggi); PM40 (Metamorfisme regional); PM41 (Metasomatisme mantel); PM48 (Zona pelindian tanah); PM50 (Mineral batubara dan serpih minyak); PM51 (Pirometamorfisme); PM54 (Kebakaran batubara dan kebakaran tambang lain). Mineral dalam mode ini terbentuk melalui kondensasi bahan di atmosfer bintang. Pengelompokan ini menempatkan asal mineral dalam lingkungan kosmik, sehingga tidak boleh dibaca sebagai lingkungan batuan di permukaan Bumi. Mode ini mencakup mineral yang diasosiasikan dengan kondensasi dalam nebula pembentuk Tata Surya. Penetapan mode merupakan informasi tentang asal pembentukan, bukan usia terukur setiap spesimen. Mode ini menghubungkan spesies mineral dengan fase primer pada lingkungan asteroid. Kategori tersebut menerangkan konteks pembentukan awal, tanpa menyatakan bahwa semua temuan spesies itu berasal dari asteroid. Spesies dalam mode ini diasosiasikan dengan fase sekunder di lingkungan asteroid. Penamaan sekunder menunjukkan pembentukan atau perubahan setelah bahan awal terbentuk, bukan satu proses primer yang sama. Mode ini menempatkan mineral dalam konteks batuan beku ultramafik. Hubungan tersebut membahas lingkungan pembentukan mineral dalam kelompok batuan itu, tanpa menetapkan komposisi keseluruhan setiap batuan yang mengandungnya. Mode ini menghubungkan spesies dengan alterasi dalam lingkungan subaerial, yaitu lingkungan daratan yang terpapar atmosfer. Istilah alterasi menjelaskan perubahan bahan sebelumnya tanpa menetapkan satu mekanisme untuk setiap lokasi. Mode ini menempatkan mineral detrital dalam kerangka Hadean pada dataset. Detrital menerangkan hubungan butiran dengan bahan yang tererosi dan terangkut, sehingga bukan nama spesies atau formula baru. Kategori ini menempatkan mineral dalam lingkungan metamorfisme kontak. Proses tersebut berkaitan dengan perubahan batuan di sekitar kontak dengan material beku yang panas, sementara kondisi rinci berbeda antar lokasi. Kategori ini menghubungkan spesies dengan batuan beku ultra-alkali atau agpaitik. Penamaan itu menyatakan kelompok lingkungan petrologi dalam dataset, bukan satu komposisi kimia yang wajib dimiliki setiap mineral. Mode ini mengelompokkan mineral yang berhubungan dengan karbonatit atau kimberlit. Kedua nama batuan dipertahankan dalam kategori sumber dan tidak ditafsirkan sebagai formula tunggal maupun satu jenis endapan yang identik. Mode ini mengaitkan spesies dengan lingkungan ofiolit. Istilah ofiolit menunjukkan konteks himpunan batuan yang berkaitan dengan litosfer samudra; spesies mineral tetap dibedakan dari keseluruhan himpunan batuannya. Kategori ini mencatat mineral yang diasosiasikan dengan metamorfisme tekanan tinggi. Label tekanan bersifat relatif dalam kategori sumber dan tidak menyediakan nilai tekanan pembentukan setiap spesimen. Mode ini menghubungkan mineral dengan metamorfisme regional, yaitu perubahan batuan dalam wilayah yang lebih luas. Asosiasi tersebut memberi konteks geologi, tanpa menetapkan lintasan suhu dan tekanan tiap sampel. Kategori ini mengaitkan mineral dengan metasomatisme di mantel. Metasomatisme menjelaskan perubahan komposisi akibat perpindahan komponen, sehingga konteksnya dibedakan dari perubahan tekstur saja. Mode ini mengaitkan mineral dengan zona pelindian pada tanah. Pelindian melibatkan pemindahan komponen oleh air, sehingga penetapan konteks tidak berarti semua tanah memiliki susunan mineral yang sama. Mode ini mencatat asosiasi mineral dengan batubara atau serpih minyak. Konteks bahan organik tersebut memberi informasi tentang lingkungan geologi, tanpa menyatakan bahwa mineralnya sendiri merupakan batubara atau menghasilkan minyak. Kategori ini menempatkan mineral dalam lingkungan pirometamorfisme, yaitu perubahan batuan akibat pemanasan intensif. Nama proses tidak memberikan suhu, durasi, atau penyebab pemanasan yang seragam untuk setiap kejadian. Mode ini mengaitkan mineral dengan kebakaran batubara atau kebakaran tambang lainnya. Konteks pemanasan tersebut dibedakan dari pembentukan magmatik, sementara label tidak menentukan apakah api terjadi secara alami atau dipicu manusia. Kategori ini menunjukkan konteks yang dicatat dalam dataset tersebut, bukan klaim bahwa setiap spesimen terbentuk melalui semua proses itu. Penetapan mode merupakan interpretasi ilmiah yang dapat berubah dengan bukti baru.
Sumber & konteks
Profil disusun otomatis dari tabel IMA dan dicocokkan secara tepat dengan dataset kristal/paragenesis Bermanec et al. (2024), melalui pemeriksaan identitas, status, kelengkapan, dan sampel editorial. Belum mendapat telaah ahli eksternal atau telaah seluruh rujukan primer.
Nama, formula, data nomenklatur, dan adaptasi teks profil ini: CC BY-SA 3.0 Unported. Atribusi: IMA–CNMNC, Master List September 2026; adaptasi oleh Bumi. PDF halaman 50, baris tabel 12, nama Corundum CSV baris 1162, nama Corundum[1] The New IMA List of Minerals — September 2026 ↗
[2] Bermanec et al. (2024), The Average Symmetry Index of Minerals Co-Varies with Their Hydrogen Content, Rarity, and Paragenetic Mode — Supplementary Table S1 ↗
[3] Crystal system and crystal family — Online Dictionary of Crystallography ↗
International Union of Crystallography · Versi, metode, dan hak →