Spesies mineral · Batuan & mineral

Celestine

Ringkasan bersumber

Celestine adalah spesies mineral dengan formula Sr(SO₄). Master List IMA–CNMNC September 2026 mencatat status A (disetujui oleh IMA). Kompilasi mineralogi 2024 mencatat kategori kristal Ortorombik.

Profil mineral · sumber IMAData diperbarui 2026-10-133 sumber ↗
Membaca formula Celestine. Panjang batang sebanding dengan koefisien unsur dalam formula tertulis; bukan persen massa, analisis spesimen, atau struktur kristal. Muatan superskrip tidak dihitung sebagai atom. [1]. Diagram: Bumi · CC BY-SA 3.0.
Konteks pembentukan Celestine. Hubungan kategori dalam kompilasi Bermanec dkk. (2024), bukan urutan proses atau kondisi setiap spesimen. [2]. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

Data profil dan rujukan

Nama resmi IMACelestine
Simbol unsur dalam formulaO, S, Sr
Rujukan pertama pada Master ListJournal de Physique, de Chimie, d’Histoire Naturelle et des Arts. Dugour, Paris (1792), 150
Rujukan kedua terpilihAmerican Mineralogist 97 (2012), 661
Mode pembentukan dalam datasetPM14 · Mata air panas dan geyser (Hot springs & geysers); PM21 · Pengendapan kimia (Chemical precipitation); PM23 · Alterasi subaerial (Subaerial alteration); PM24 · Mineral autigenik dalam sedimen daratan (Authigenic minerals in terrestrial sediments); PM25 · Evaporit dalam kelompok pra-biotik (Evaporites (prebiotic)); PM49 · Biomineralisasi seluler dalam kondisi oksik (Oxic cellular biomineralization)

01 · Profil

Komposisi dalam formula

Formula Celestine pada sumber adalah Sr(SO₄). Simbol unsur yang tercantum: O, S, Sr. Angka atau penanda subskrip dalam formula mencakup 4. Formula ini merupakan rumusan spesies pada Master List, bukan hasil pengukuran komposisi setiap spesimen. Notasi lengkap yang mempertahankan posisi subskrip dan superskrip tersedia pada data rilis.

02 · Profil

Kristal dan simetri bersumber

Untuk Celestine, Supplementary Table S1 studi Bermanec dan rekan-rekan (2024) memuat label kategori kristal Ortorombik (orthorhombic). Notasi grup ruang yang tercantum: Pnma; Pbnm. Sistem ortorombik merupakan salah satu dari tujuh sistem kristal; kelompok ruang memberi keterangan simetri lebih khusus daripada nama sistem kristal. Kompilasi mencantumkan lebih dari satu notasi grup ruang; semuanya dipertahankan tanpa memilih salah satunya sebagai satu nilai universal. Informasi ini mengikuti versi kompilasi 2024, sedangkan nama dan formula profil mengikuti Master List IMA September 2026. Perbedaan versi tersebut tetap terlihat pada rujukan sumber.

03 · Profil

Status dan riwayat nomenklatur

Celestine tercatat dengan status A: Disetujui oleh IMA. Kode A menunjukkan spesies yang disetujui melalui proses nomenklatur IMA. Nomor proposal adalah identitas pencatatan ilmiah; tahun pada nomor tersebut tidak menyatakan umur mineral atau tahun pertama mineral terbentuk. Kolom IMA No. / Year memuat 1967 s.p. dengan penanda s.p. (special procedure). Kolom Country mencatat USA sebagai negara penemuan awal menurut batas negara masa kini. Kolom ini tidak mewakili seluruh lokasi keterdapatan mineral, dan tidak diubah menjadi titik lokasi pada peta Bumi.

04 · Profil

Rujukan pencatatan spesies

Master List mencantumkan rujukan pertama untuk Celestine: Journal de Physique, de Chimie, d’Histoire Naturelle et des Arts. Dugour, Paris (1792), 150. Rujukan kedua terpilih adalah American Mineralogist 97 (2012), 661. Menurut pengantar Master List, kolom kedua berisi rujukan yang paling mutakhir atau paling lengkap menurut penyusun daftar. Rujukan bibliografis ini disalin sebagai jejak pencatatan. Isi seluruh artikel tersebut belum ditelaah untuk profil ini, sehingga sifat fisik, struktur kristal, serta mekanisme pembentukan tidak disimpulkan hanya dari judul jurnal atau nomor halaman.

05 · Profil

Bagaimana mineral ini terbentuk

Dataset 2024-04-08 · Minerals 14(4), 387 · DOI 10.3390/min14040387 menghubungkan Celestine dengan PM14 (Mata air panas dan geyser); PM21 (Pengendapan kimia); PM23 (Alterasi subaerial); PM24 (Mineral autigenik dalam sedimen daratan); PM25 (Evaporit dalam kelompok pra-biotik); PM49 (Biomineralisasi seluler dalam kondisi oksik). Mode ini menghubungkan spesies dengan lingkungan mata air panas atau geyser. Hubungan dengan sistem air panas menjelaskan konteks pembentukan, tanpa menetapkan satu suhu untuk semua lokasi. Mode ini menyatakan pembentukan mineral melalui pengendapan kimia. Bahan yang semula hadir dalam sistem fluida menjadi fase padat; penetapan mode tidak menentukan komposisi lengkap fluida asalnya. Mode ini menghubungkan spesies dengan alterasi dalam lingkungan subaerial, yaitu lingkungan daratan yang terpapar atmosfer. Istilah alterasi menjelaskan perubahan bahan sebelumnya tanpa menetapkan satu mekanisme untuk setiap lokasi. Mode ini mencatat mineral yang terbentuk secara autigenik dalam sedimen daratan. Hubungan ini membedakan pembentukan mineral di lingkungan sedimen dari keberadaan butiran detrital yang terbawa masuk. Kategori ini mengaitkan mineral dengan evaporit pada kelompok pra-biotik dalam kompilasi. Evaporit berkaitan dengan pemekatan fluida akibat penguapan; kelompok sumber ini tidak digunakan untuk menentukan umur setiap contoh endapan. Kategori ini menghubungkan pembentukan mineral dengan proses seluler pada kondisi oksik. Hubungan tersebut membahas jalur biomineralisasi dalam kompilasi, bukan fungsi biologis universal setiap spesies yang memiliki mode ini. Kategori ini menunjukkan konteks yang dicatat dalam dataset tersebut, bukan klaim bahwa setiap spesimen terbentuk melalui semua proses itu. Penetapan mode merupakan interpretasi ilmiah yang dapat berubah dengan bukti baru.

Sumber & konteks

Profil disusun otomatis dari tabel IMA dan dicocokkan secara tepat dengan dataset kristal/paragenesis Bermanec et al. (2024), melalui pemeriksaan identitas, status, kelengkapan, dan sampel editorial. Belum mendapat telaah ahli eksternal atau telaah seluruh rujukan primer.

Nama, formula, data nomenklatur, dan adaptasi teks profil ini: CC BY-SA 3.0 Unported. Atribusi: IMA–CNMNC, Master List September 2026; adaptasi oleh Bumi.