Spesies mineral · Batuan & mineral

Aluminite

Ringkasan bersumber

Aluminite adalah spesies mineral dengan formula Al₂(SO₄)(OH)₄(H₂O)₃·4H₂O. Master List IMA–CNMNC September 2026 mencatat status G (diterima dari masa sebelum IMA). Kompilasi mineralogi 2024 mencatat kategori kristal Monoklinik.

Profil mineral · sumber IMAData diperbarui 2026-10-133 sumber ↗
Membaca formula Aluminite. Panjang batang sebanding dengan koefisien unsur dalam formula tertulis; bukan persen massa, analisis spesimen, atau struktur kristal. Muatan superskrip tidak dihitung sebagai atom. [1]. Diagram: Bumi · CC BY-SA 3.0.
Konteks pembentukan Aluminite. Hubungan kategori dalam kompilasi Bermanec dkk. (2024), bukan urutan proses atau kondisi setiap spesimen. [2]. Diagram: Bumi · CC BY 4.0.

Data profil dan rujukan

Nama resmi IMAAluminite
Simbol unsur dalam formulaAl, H, O, S
Rujukan pertama pada Master ListBeitráge zu einer allgemeinen Einleitung in das Studium der Mineralogie. Berlage des Landes-Industrie-Comptoirs, Weimar (1805), 262
Rujukan kedua terpilihActa Crystallographica B34 (1978), 2407
Mode pembentukan dalam datasetPM21 · Pengendapan kimia (Chemical precipitation); PM45 · Fumarol yang teroksidasi (Oxidized fumarolic minerals); PM47 · Hidrasi dan pelapukan oksidatif subaerial pada suhu relatif rendah (Low-T subaerial oxidative hydration/weathering); PM50 · Mineral batubara dan serpih minyak (Coal and/or oil shale minerals); PM54 · Kebakaran batubara dan kebakaran tambang lain (Coal and other mine fire minerals)

01 · Profil

Komposisi dalam formula

Formula Aluminite pada sumber adalah Al₂(SO₄)(OH)₄(H₂O)₃·4H₂O. Simbol unsur yang tercantum: Al, H, O, S. Angka atau penanda subskrip dalam formula mencakup 2, 4, 3. Formula ini merupakan rumusan spesies pada Master List, bukan hasil pengukuran komposisi setiap spesimen. Notasi lengkap yang mempertahankan posisi subskrip dan superskrip tersedia pada data rilis.

02 · Profil

Kristal dan simetri bersumber

Untuk Aluminite, Supplementary Table S1 studi Bermanec dan rekan-rekan (2024) memuat label kategori kristal Monoklinik (monoclinic). Notasi grup ruang yang tercantum: P2_1/c. Sistem monoklinik merupakan salah satu dari tujuh sistem kristal; label ini menggambarkan kategori simetri dan tidak menetapkan kebiasaan bentuk semua spesimen. Informasi ini mengikuti versi kompilasi 2024, sedangkan nama dan formula profil mengikuti Master List IMA September 2026. Perbedaan versi tersebut tetap terlihat pada rujukan sumber.

03 · Profil

Status dan riwayat nomenklatur

Aluminite tercatat dengan status G: Grandfathered: diterima dari masa sebelum IMA. Kode G menunjukkan nama yang diwarisi dari masa sebelum IMA didirikan pada 1958. Pencatatan ini tetap membedakan spesies mineral dari varietas, nama dagang, dan spesimen koleksi. Kolom IMA No. / Year memuat 1805. Kolom Country mencatat Germany sebagai negara penemuan awal menurut batas negara masa kini. Kolom ini tidak mewakili seluruh lokasi keterdapatan mineral, dan tidak diubah menjadi titik lokasi pada peta Bumi.

04 · Profil

Rujukan pencatatan spesies

Master List mencantumkan rujukan pertama untuk Aluminite: Beitráge zu einer allgemeinen Einleitung in das Studium der Mineralogie. Berlage des Landes-Industrie-Comptoirs, Weimar (1805), 262. Rujukan kedua terpilih adalah Acta Crystallographica B34 (1978), 2407. Menurut pengantar Master List, kolom kedua berisi rujukan yang paling mutakhir atau paling lengkap menurut penyusun daftar. Rujukan bibliografis ini disalin sebagai jejak pencatatan. Isi seluruh artikel tersebut belum ditelaah untuk profil ini, sehingga sifat fisik, struktur kristal, serta mekanisme pembentukan tidak disimpulkan hanya dari judul jurnal atau nomor halaman.

05 · Profil

Bagaimana mineral ini terbentuk

Dataset 2024-04-08 · Minerals 14(4), 387 · DOI 10.3390/min14040387 menghubungkan Aluminite dengan PM21 (Pengendapan kimia); PM45 (Fumarol yang teroksidasi); PM47 (Hidrasi dan pelapukan oksidatif subaerial pada suhu relatif rendah); PM50 (Mineral batubara dan serpih minyak); PM54 (Kebakaran batubara dan kebakaran tambang lain). Mode ini menyatakan pembentukan mineral melalui pengendapan kimia. Bahan yang semula hadir dalam sistem fluida menjadi fase padat; penetapan mode tidak menentukan komposisi lengkap fluida asalnya. Kategori ini mengaitkan mineral dengan lingkungan fumarol yang teroksidasi. Konteks oksidasi membedakan mode ini dari kategori fumarol vulkanik umum, tanpa memberikan kondisi gas yang sama untuk setiap lokasi. Kategori ini mencatat mineral yang berhubungan dengan hidrasi atau pelapukan oksidatif dalam lingkungan subaerial bersuhu relatif rendah. Istilah tersebut menerangkan jalur alterasi dan tidak mengukur kondisi setiap spesimen. Mode ini mencatat asosiasi mineral dengan batubara atau serpih minyak. Konteks bahan organik tersebut memberi informasi tentang lingkungan geologi, tanpa menyatakan bahwa mineralnya sendiri merupakan batubara atau menghasilkan minyak. Mode ini mengaitkan mineral dengan kebakaran batubara atau kebakaran tambang lainnya. Konteks pemanasan tersebut dibedakan dari pembentukan magmatik, sementara label tidak menentukan apakah api terjadi secara alami atau dipicu manusia. Kategori ini menunjukkan konteks yang dicatat dalam dataset tersebut, bukan klaim bahwa setiap spesimen terbentuk melalui semua proses itu. Penetapan mode merupakan interpretasi ilmiah yang dapat berubah dengan bukti baru.

Sumber & konteks

Profil disusun otomatis dari tabel IMA dan dicocokkan secara tepat dengan dataset kristal/paragenesis Bermanec et al. (2024), melalui pemeriksaan identitas, status, kelengkapan, dan sampel editorial. Belum mendapat telaah ahli eksternal atau telaah seluruh rujukan primer.

Nama, formula, data nomenklatur, dan adaptasi teks profil ini: CC BY-SA 3.0 Unported. Atribusi: IMA–CNMNC, Master List September 2026; adaptasi oleh Bumi.