Erosi adalah pemindahan material batuan atau sedimen oleh agen seperti air, angin, atau es yang bergerak. Proses ini bekerja bersama pelapukan dan pengendapan dalam membentuk bentang alam. Material yang diangkut dapat berakhir di sungai, lembah, atau lingkungan pesisir. Erosi dibedakan dari pemecahan batuan di tempat; uraian tentang agen pengangkut tidak dengan sendirinya menetapkan laju erosi sebuah lokasi tanpa pengamatan.
Fjord adalah lembah hasil erosi gletser yang lantainya berada di bawah muka laut dan terisi air laut. Dindingnya tinggi serta curam, menghubungkan bentuk pesisir dengan riwayat glasiasi. Gletser lembah dapat memperlebar dasar dan mempercuram sisi lembah yang dilaluinya. Fjord merupakan tipe bentang alam, bukan satu lokasi. Tidak semua teluk sempit adalah fjord; asal erosi glasial perlu ditunjukkan melalui bukti geologi setempat.
Gumuk pasir adalah tumpukan pasir lepas yang dibentuk oleh pemindahan dan pengendapan angin. Bentuk ini hadir di pantai maupun wilayah kering, dengan pasokan sedimen dan vegetasi memengaruhi perkembangannya. Banyak gumuk memperlihatkan lereng datang angin yang lebih landai dan sisi belakang yang lebih curam. Gumuk dapat aktif atau distabilkan tumbuhan. Bentuk permukaan membantu membaca proses, tetapi tidak cukup untuk menentukan satu arah angin sepanjang sejarahnya.
Kaldera adalah cekungan vulkanik yang terbentuk ketika bagian permukaan runtuh setelah reservoir magma kehilangan sebagian isinya. Bentuk ini dapat berkembang dalam sistem magma dengan komposisi berbeda, melalui erupsi eksplosif maupun keluarnya lava yang lebih tenang. Kaldera biasanya jauh lebih lebar daripada lubang erupsi di dalamnya. Sebuah kaldera dapat memuat danau, kerucut baru, atau endapan yang merekam perubahan bentang selanjutnya.
Karst adalah bentang yang berkembang melalui pelarutan batuan mudah larut, seperti batu gamping, marmer, dan gipsum. Ciri-cirinya dapat berupa dolina, gua, sungai yang masuk ke bawah tanah, serta mata air. Air bergerak melalui rekahan dan saluran yang membesar karena pelarutan. Hubungan permukaan dengan bawah tanah membuat karst penting sebagai tempat penyimpanan air, sekaligus rentan terhadap penyebaran pencemar melalui aliran cepat.
Kipas aluvial adalah timbunan sedimen berbentuk kipas yang berkembang ketika aliran dari pegunungan memasuki lembah lebih datar. Perlambatan aliran memungkinkan material yang dibawanya mengendap. Perpindahan jalur aliran menyebarkan timbunan secara lateral dan membangun bentuk kipas. Beberapa kipas dapat menyatu menjadi apron di kaki pegunungan. Profil ini menjelaskan bentuk pengendapan; ukuran, umur, dan aktivitas banjir pada kipas tertentu harus ditentukan dari bukti lapangan.
Meander adalah kelokan pada alur sungai yang berkembang melalui perbedaan erosi dan pengendapan. Sisi luar kelokan cenderung mengalami pengikisan, sedangkan bagian dalam dapat mengumpulkan sedimen. Proses tersebut mengubah bentuk alur dari waktu ke waktu. Kelokan menghubungkan pola aliran dengan perpindahan material di dataran sungai. Profil ini menjelaskan tipe bentuk; arah perpindahan dan laju perubahan sungai tertentu memerlukan pengamatan, bukan perkiraan dari satu foto.
Pelapukan adalah penghancuran atau perubahan batuan di tempatnya pada atau dekat permukaan Bumi. Proses fisik memecah batuan tanpa mengubah susunan kimia mineral, sedangkan proses kimia mengubah sebagian mineral melalui reaksi seperti pelarutan atau oksidasi. Hasilnya dapat menyediakan bahan bagi tanah dan sedimen. Pelapukan dibedakan dari erosi karena pemindahan material bukan syaratnya; mekanisme yang dominan perlu dilihat dari kondisi batuan dan lingkungannya.
Sedimen adalah material lepas yang belum tersementasi, seperti pecahan batuan dan mineral dengan beragam ukuran. Pembentukan, transportasi, dan pengendapannya menghubungkan pelapukan serta erosi dengan lingkungan tempat material terkumpul. Proses pemilahan dapat menghasilkan endapan yang butirannya seragam atau bercampur. Ciri endapan membantu membaca riwayat transportasi, tetapi ukuran dan bentuk butir saja tidak cukup untuk memastikan satu sumber atau satu peristiwa pembentukannya.
Tanah berkembang melalui interaksi bahan induk, organisme, iklim, topografi, dan waktu, bersama pergerakan air serta transformasi material. Proses pembentukannya menghasilkan sifat yang berbeda dari bahan batuan atau sedimen asalnya. Bahan organik dan ruang pori berperan dalam penyimpanan air serta dukungan bagi kehidupan. Nama bahan induk tidak sendiri menentukan kesuburan atau kedalaman tanah; pemeriksaan profil dan kondisi lokasi diperlukan untuk menjelaskan sifatnya.
Bentang alam
Tidak ada profil yang cocok
Coba nama lain atau ubah filter.
Daftar berhalaman: Bentang alam · 10 profil
Halaman 1 dari 1. Tautan ini tersedia tanpa JavaScript.