Jenis batuan dibedakan melalui komposisi, tekstur, dan proses pembentukannya. Batuan dapat terdiri atas beberapa mineral; satu formula kimia tidak mewakili semua batuan.
Andesit adalah batuan beku berbutir halus yang lazim dibahas sebagai produk vulkanik. Namanya ditentukan melalui komposisi mineral atau kimia, bukan hanya warna abu-abu. Dalam skema BGS, andesit mempunyai posisi tertentu pada diagram klasifikasi batuan beku. Tekstur merekam pertumbuhan kristal saat pendinginan, sedangkan komposisi membantu membedakannya dari batuan lain. Profil ini tidak menetapkan lokasi atau umur untuk setiap batuan yang disebut andesit.
Basalt adalah jenis batuan beku berbutir halus yang umumnya terbentuk dari lava dan sering berwarna gelap. Batuan ini dapat memperlihatkan rongga bekas gas, kristal lebih besar dalam massa dasar halus, atau struktur lava bantal saat terbentuk di bawah air. Nama basalt ditentukan melalui tekstur serta komposisi menurut skema klasifikasi, sehingga warna gelap saja tidak cukup untuk memastikan identitasnya.
Batu gamping adalah batuan sedimen karbonat yang didominasi mineral kalsium karbonat, terutama kalsit atau aragonit. Material penyusunnya dapat berasal dari bagian keras organisme atau pengendapan dari air. Tekstur merekam pengendapan dan perubahan setelah sedimen terbentuk. Karena karbonat dapat larut, batu gamping berhubungan erat dengan gua dan karst; metamorfisme dapat mengubah batuan induk ini menjadi marmer.
Batu pasir adalah batuan sedimen yang namanya terutama menyatakan ukuran butir penyusunnya. Butiran sedimen menjadi batuan melalui pemadatan dan penyemenan, dengan mineral pengikat mengisi ruang antarabutir. Warna bukan dasar tunggal penamaan; contoh batu pasir merah dapat berkaitan dengan oksida besi. Istilah batu pasir mencakup variasi komposisi dan struktur. Nama ini sendiri belum menentukan asal pengendapan, umur, atau kemampuan batuan meneruskan air.
Diorit adalah batuan beku intrusif berbutir kasar yang diklasifikasikan melalui susunan mineralnya. Dalam skema BGS, nama ini berkaitan dengan dominasi plagioklas dan batas komposisi feldspar tersebut. Pendinginan magma di bawah permukaan memungkinkan kristal tumbuh lebih besar daripada banyak batuan vulkanik. Diorit tidak mempunyai satu formula mineral tunggal. Nama batuan ini juga tidak memberikan umur, kedalaman pembentukan, atau mutu teknik suatu sampel secara otomatis.
Gabro adalah batuan beku intrusif berbutir kasar yang dikenali melalui mineralogi dan teksturnya. BGS membedakannya dari diorit memakai komposisi rata-rata plagioklas bersama proporsi mineral mafik. Nama ini merangkum kelompok batuan, bukan formula kimia tunggal. Kristal besar berkaitan dengan pertumbuhan selama pembekuan magma di bawah permukaan. Penentuan gabro pada sampel memerlukan lebih dari warna gelap; umur dan sifat tekniknya membutuhkan data tersendiri.
Genes adalah batuan metamorf yang dinamai terutama melalui tekstur berbutir menengah hingga kasar dan perlapisan tidak seragam. Lapisan berdekatan dapat berbeda mineralogi, ukuran butir, atau susunan. Dalam skema BGS, genes tanpa penjelas tidak menetapkan batuan asalnya. Ortogenes dan paragenes memberi petunjuk jenis protolit yang ditafsirkan. Penampilan berpita saja belum menyatakan umur, riwayat tekanan dan suhu, atau komposisi yang sama pada setiap sampel.
Granit adalah jenis batuan beku intrusif dengan kristal yang umumnya terlihat oleh mata. Penyusunnya terutama kuarsa dan feldspar, disertai mineral lain dalam jumlah lebih kecil. Batuan terbentuk ketika magma membeku di bawah permukaan, kemudian dapat tersingkap melalui erosi. Istilah granit dalam geologi mempunyai kriteria komposisi; tidak setiap batu berbutir kasar atau batu bangunan berlabel granit memenuhi kriteria tersebut.
Marmer adalah batuan metamorf yang lazim terbentuk ketika batuan karbonat, seperti batu gamping, mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Rekristalisasi menghasilkan butir yang saling mengunci dan dapat mengubah lapisan maupun jejak fosil batuan asal. Marmer murni dapat berwarna putih, tetapi komponen pengotor menghasilkan variasi warna. Identifikasi geologi memerlukan tekstur dan komposisi; nama perdagangan saja belum menjelaskan jenis batuannya.
Obsidian adalah batuan beku berkaca yang terbentuk ketika lava mendingin begitu cepat sehingga kristal tidak sempat berkembang. Dalam skema BGS, nama obsidian mengacu pada tekstur kaca segar dan tidak menetapkan komposisi tertentu. Contoh aliran riolit memperlihatkan zona obsidian di bagian luarnya. Hubungan tersebut perlu dibaca sebagai contoh geologi, bukan aturan bahwa setiap batuan berkaca pasti mempunyai komposisi riolit atau sejarah pembentukan sama.
Riolit adalah batuan beku berbutir halus yang dalam klasifikasi BGS menjadi padanan halus granit. Komposisi mineralnya berbeda dari penamaan batuan hanya berdasarkan tekstur kaca. Aliran lava riolit dapat memperlihatkan inti batuan padat, pita aliran, dan bagian berkaca. Perbedaan tekstur dalam satu aliran merekam pendinginan serta deformasi selama penempatan. Contoh Yellowstone membantu menjelaskan proses, tetapi tidak menetapkan susunan atau umur semua riolit di dunia.
Serpih adalah istilah batuan sedimen halus yang sering dikaitkan dengan kemampuan membelah sejajar perlapisan. Literatur menggunakan batas istilah ini secara beragam, sehingga ciri butir, laminasi, dan keadaan pelapukan perlu dijelaskan. Lapisan serpih dapat menyimpan fosil, seperti contoh endapan danau purba Florissant. Contoh itu tidak berlaku bagi semua serpih. Nama batuan tidak otomatis menyatakan kadar bahan organik atau potensi minyak dan gasnya.
Batuan & mineral
Tidak ada profil yang cocok
Coba nama lain atau ubah filter.
Daftar berhalaman: Jenis batuan · 12 profil
Halaman 1 dari 1. Tautan ini tersedia tanpa JavaScript.